Drama saling kunjung dan rayu antara Elon Musk dan team lobby pemerintah Indonesia pupus sudah, “kemesraan” itu telah berlalu ujar “sohib saya” mengomentari batalnya lobby – lobby tingkat tinggi sambil matanya merem melek menyeruput kopi hitam panas buatan mak iyah, di warkop sebelah pos jaga pintu masuk komplek di depan perumahan.
Layaknya orang pacaran, dalam novel picisan ala remaja 17 tahunan, biasanya ada episode putus – sambung karena dalam proses pengenalan dan penjajakan, tetapi ini tiba – tiba saja tiada angin tiada badai sang pangeran minta putus duluan, dan yang agak menyakitkan sang pangeran kecantol gadis desa tetangga sebelah yang nota bene enggak pernah kedengaran pedekate tetapi tiba – tiba merebut sang pujaan . Jujur kalo dibanding – bandingne - mengibaratkan sebagai wanita sungguhan - Indonesia itu jelas dong lebih Cantik, manis dan mengemaskan, tetapi sudahlah jangan dibahas lagi bikin geregetan, karena namanya juga lelaki katanya cinta sejati tetapi dibelakang punya simpanan hehehe.
Balik ke laptop…..(Peace..)
Pengusaha top kelas dunia seperti Elon musk dalam melakukan strategy corporate action bukan sekedar penilaian cantik, manis atau mengemaskan, tetapi hidden teamnya sudah pasti melakukan pengkajian yang intensif melalui penelitian, riset dan market intelijen yang super duper canggih dan mendalam. Dalam Strategy global study kelayakan sudah pasti harus dilakukan seperti 1. Analisa Target Pasar : negara atau kawasan mana yang akan dituju, bukan hanya riset pasar, riser bisnis,tetapi riset budaya juga dilakukan agar menghindari cultural Gap dalam prosesnya, 2. Waktu : kapan untuk masuk apakah sebagai Pionir atau menunggu kompetitor masuk kepasar tersebut sambil menganalisa kesuksesaan dan kegagalan. 3. Skala bisnis : entry sebagai perusahaan kecil atau besar, hanya buka kantor cabang pemasaran atau sekaligus manufacturing juga diinvestasikan. Etc…Intinya banyak lagi instrument yang harus dipertimbangkan.
Bagi Tesla dalam pers realese yang diterbitkan , Malaysia memiliki keunggulan ekosistem listrik (E&E) dan elektronik untuk mendukung produksi kendaraan listrik (EV), selain itu Malaysia merupakan produsen yang masuk dalam peringkat tujuh besar produsen di sector E&E serta semi konduktor yang merupakan komponen utama dalam pembuatan kendaraan listrik, dan Malaysia adalah pengeksport semikonduktor dan sirkuit terpadu terbesar keenam di dunia, jadi wajar Malaysia bukan Negara “kaleng – kaleng” yang dipilih oleh Tesla untuk menjadi mitra global perluasan pasar di Asia.
Selain itu ada informasi intelejen ring 1 yang saya peroleh dari salah satu team intelejen Elon Musk, yang secara tidak sengaja bertemu dengan saya di parkiran Afamart, ketika kebingungan mencari uang receh 2000 an karena “dipalak” oleh tukang parkir liar, “ sambil berbisik – bisik dia bilang “ Gimana mau investasi besar – besaran di negara you, kalo baru awal saja sudah minta komisi, THR, dan uang preman.” Mendengar informasi intelejen ini saya langsung terbangun dan tersadar bahwa sebentar lagi bedug ashar, dan sambil bergumam “ untung hanya mimpi, mudah – mudahan info tadi tidak beneran.”
*Kapan majunya ya kalo negara ini diisi pejabat yang punya mental koruptor………
Comments
Post a Comment