"Melalui kontemplasi dan pemikiran saya umumkan Ganjar sebagai calon presiden dari PDIP". Demikian beberapa kalimat yang terucap dari ibu Megawati mengumumkan pilihannya menjelang lebaran idul Fitri tahun ini.
Info ini menurut saya biasa - biasa saja tidak ada yg mengejutkan, karena secara fakta memang hanya Ganjar lah kader PDIP yang "layak" dicalonkan berdasarkan data survey, Ganjar memiliki tingkat elektoral lebih tinggi - terlepas kontroversi survey bayaran- mengalahkan calon internal PDIP seperti puan Maharani dan yang lainnya.
Nah... Yang menurut saya berita heboh adalah beredarnya gosip yang mengatakan bahwa Prabowo subianto adalah calon yang "yang hanya layak" menjadi wakil presiden Ganjar Pranowo dipemilu pilpres 2024. Makjleb... Kalau gosip ini benar ada, berita ini merupakan tamparan luar biasa bagi kubu Gerindra karena secara "tongkrongan dan level kelas" Prabowo ini tidak layak dijadikan barang subtitusi atau barang penganti dalam istilah kebutuhan produk.
Loh sekarang pertanyaannya apa itu barang subtitusi yang mengkiaskan Prabowo dalam tulisan ini. Subtitusi dalam produk marketing adalah produk pengganti dengan nilai kegunaan yang sama, misal beras dirumah habis diganti makan singkong, BBM pertalite kosong diganti dengan Pertamax, tidak ada pensil pakai pulpen pun bisa, intinya barang penganti deh dari pada tidak ada atau sederhananya jadi Wapres aja deh dari pada tidak jadi Presiden hehehe.
Menjadikan Prabowo sebagai calon subtitusi wapres atau "dari pada tidak ada", merupakan tamparan keras bagi partai Gerindra, ingat Gerindra adalah partai pemenang no dua setelah PDIP dan prabowo adalah figur yang memposisikan sebagai king maker didalam internal partainya. Jadi terlalu naif dan meremehkan sekali orang yang menyebarkan berita gosip murahan dan tidak berkelas ini.
Bagi Prabowo yang selalu memposisikan sebagai "main produk" bukan sebagai subtitusi produk, sudah sejak pagi hari menolak mentah - mentah skenario ini, bagi dirinya maju sebagai calon presiden lebih mulia dari pada jadi wapres, kecuali pada perjalanannya Prabowo kalah lagi dalam pemilu pilpres maka "jurus" mau dijadikan apa aja terserah penguasa, seperti yang sudah terjadi pada periode lalu pada saat Prabowo kalah untuk yang kedua kalinya.hahaha.....
Comments
Post a Comment