Skip to main content

AIR MATA INI BUKAN UNTUK SAKITMU SAHABAT…..

 

'Assalamualaikum....' ucapku sambil ku ketuk pintu no 7A ruang mawar di lantai 3 rumah Sakit diwilayah selatan. 'Waalaikum salam..' terdengar suara Balasan diiringi terbukanya pintu, terlihat wajah yang sudah aku kenal 'Apa kabar..' sapaku padanya . 'Eh  Ram.., kabar baik, ayo masuk, sendirian', tanyanya ' iya.' Jawabku datar. 'gimana  kondisinya..' balas aku bertanya kepadanya. Dengan diam Ia berjalan, kemudian menggeser tirai pembatas yang menutupi tempat tidur pasien sambil ia mengarahkan aku untuk berjumpa dengan sahabat ku.. Aldi.

Aldi terbaring lemah, badannya kurus dan kulitnya yang tampak kehitaman membalut sedikit daging yg tersisa,  dihidungnya terpasang alat infus utk memasukan makanan cair, ditangan kirinya jarum infus yg menghubungkan botol yg meneteskan cairan pelan pelan. Disamping tempat tidur menggantung kantung urine yang sudah terisi setengah. Seketika hati ini terenyuh dan mata ini berkaca kaca melihat kondisinya. 'dulu engkau sangat gagah tapi sekarang berbaring lemah. Gumam saya.

Aldi memandang ku  tanpa senyum, - di raut wajahnya nampak guratan kelelahan dan pipi yang semakin mencekung - menatapku dengan tatapan kosong. 'Abi.. ini akh Ram datang' Istrinya mencoba menyadarkan aldi...tetapi hanya tatapan hampa saja yg terlihat. Iya sudah tidak ingat apa apa lagi  Karena kanker usus dan  sakit stroke menyerang bagian otaknya, dan menurut dokter sakitnya sudah akut dan kecil sekali bisa disembuhkan karena hari demi hari semakin parah.

Aldi adalah sahabat ku. Ia yang pertama kali datang silaturahim kerumah, ketika saya awal awal datang ke Jakarta. ' Akhi..bantu ana ya di departemen ekonomi ana butuh orang yang bisa membuat konsep ekonomi utk kader' demikian pintanya waktu itu.

Ia sosok sahabat yang 'berani' memarahi kami karena telat datang ke pengajian,

Sahabat yg selalu mengingatkan kami untuk tidak lupa membayar kewajiban zakat bulanan,

Sahabat yg selalu menjadi penengah dalam 'perselisihan kecil' di dalam majlis  pengajian,

Sahabat yang selalu menitikkan air mata ketika giliran ia membaca Qur'an,

Sahabat yang menengahi ‘pertengkaran kecil’ kami ketika mengikuti program mukhayam di gunung halimun yang penuh dengan cerita,

Sahabat yang selalu memberikan semangat dengan menceritakan kisah kisah inspiratif utk kami tetap  bertahan,

Sahabat yang tidak pernah sedikitpun  mengungkapkan  kontribusi dan jerih payahnya dalam dakwah walaupun aku tahu engkau telah banyak berkorban,

Sahabat yang....'Ah .. Sekuat tenaga aku menahan air mata ini, sambil mengingat-ingat  banyaknya kebaikan yang  telah engkau torehkan.

Dengan mengisyaratkan tangan aku mohon izin pulang kepadanya , aku melangkah mendekat ke wajah Aldi, ku cium keningnya dengan lembut dan ku bisikan doa doa kesembuhan dan kebaikan.  'Sahabat aku pulang.., semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mu.’ bisik ku.

Setelah memberikan titipan untuk Aldi dari istri ku, aku izin pamit, aku bergegas berlari secepat mungkin  menuju mobil yang terparkir dibelakang rumah sakit. Setibanya di dalam mobil, Ku tumpahkan seluruh keharuan yang sejak tadi ku tahan, bergemuruh dada ini mengiringi air mata yang meleleh tak tertahankan.

 

Sahabat ...Tangisan ini bukan utk meratapi penyakit mu, tangisan ini bukan untuk kesedihan melihat lemah tubuhmu, tangisan ini bukan untuk beratnya penderitaanmu, Insya Allah semua itu adalah karena kasih sayang Allah  sebagai penghapus dosa - dosamu, tetapi tangisan ini Karena aku takut engkau tidak bisa menemaniku di majlis pengajian, tangisan ini karena aku takut engkau tidak bisa memberikan nasehat yang menyejukkan, tangisan ini karena aku takut Tidak ada lagi yg mengingatkan akan kewajiban yang selalu kami lalaikan,  Dan tangisan ini sahabat Karena aku takut….tak sanggup lagi aku melanjutkan karena tangisan yang semakin kencang..'.

Sahabat....hanya doa - doa kesembuhan dan harapan kasih sayang dari Allah yang kami panjatkan  dihari- hari ‘ketidak berdayaan mu’, dan hanya catatan kebaikan – kebaikan mu yang akan selalu kami kenang. Ya Allah berikan kami yg masih Kuat dan sehat untuk selalu mengingat nikmat-Mu, agar kami tetap semangat untuk bertahan dan berbuat sampai engkau menentukan waktu dimana kami tidak mampu lagi untuk beramal.

 

RS di Selatan, Mei 2023

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI PEMASARAN

  Memahami Manajemen Pemasaran Pemasaran yang baik bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Pemasaran adalah seni sekaligus ilmu.   Apa itu Pemasaran : Inti dari pemasaran / marketing adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Atau secara sederhana pemasaran adalah “memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan” ketika IKEA menyadari ada kebutuhan perabot yang murah dan bagus IKEA menciptakan perabot murah. Ini menunjukkan kecerdasan pemasaran dengan mengubah kebutuhan pribadi atau sosial menjadi peluang bisnis.   American Marketing Association (AMA) Pemasaran Adalah : Suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingan. Manajemen pemasaran terjadi setidaknya satu pihak dalam proses pertukaran berpikir tentang...