Skip to main content

MEMBANGKITKAN KEMBALI "NYALI" NABI MUSA AS

 ‘Lari...lari....’ Teriak kawan - kawan mahasiswa di atas jembatan semanggi memerintahkan kami untuk menghindar, suara tembakan entah dari mana asalnya menyalak mengincar kami, suasana menjadi kacau balau, korlap sudah tidak bisa mengatasi suasana, kami berlari kesana kemari untuk menyelamatkan diri. Tiba - tiba terdengar teriakan histeris 'tolong – tolong… panggil ambulance...panggil ambulance cepat....’ Teriak mahasiswa yang sedang memangku seorang laki - laki berjaket biru tua yang bersimbah darah.

 

Bulan ini, 25 tahun sudah peristiwa tragedi Trisakti, selama itu pula hilang dan berlalu asa dan harapan kami. Reformasi mati suri. Negara ini semakin menjauh dari cita – cita Reformasi. Napi koruptor - tanpa dosa  - dengan peci senyam senyum didepan TV, petugas penegak hukum dengan gagah dan berani "melecehkan' Dewi Themis sebagai simbol tegaknya keadilan di muka bumi, dan penguasa berusaha mati – matian mempertahankan kekuasaannya walaupun harus membrangus akar - akar demokrasi. Entah... sampai kapan 'sakit panjang' negeri ini.

 

Sejarah mencatat bahwa kekuasaan dan hegemoni kelompok  ada masa dan waktu usianya, karena di dunia ini tidak ada yang abadi. Fir'aun yang begitu kuat dan menasbih diri sebagai Tuhan harus mati tenggelam, Hitler sang Fuhrer pun tidak sanggup mempertahankan megalomania nya dan harus mati bunuh diri, dan Kemal Atatruk' Father of turks" harus menanggung sakit sirosis hati yang menyiksa dirinya dan mati di istana nya yang sunyi.

 

Roda ini berputar, seperti hilangnya siang berganti malam, begitu pula dengan kekuasaan akan ada masanya untuk silih berganti, hanya menunggu  bagaimana caranya penguasa itu harus berganti, dengan legacy yang selalu dikenang dengan nama baik kah ?.., atau…legacy dengan secarut marut masalah yang tidak pernah tahu bagaimana bisa diatasi.

 

Yang kita lakukan saat ini hanyalah berharap dan berdoa, karena kekuatan kita sudah dibelenggu dan dipreteli,  dan  kita hanya mampu untuk menunggu sampai akhirnya nanti lahir pemuda yang berani mengatakan akulah oposisi sejati, sebagaimana Nabi Musa as menantang kedzoliman Firaun yang membabi buta. Musa tidak punya pasukan, Musa tidak punya harta, dan  Musa tidak punya senjata, yang ia miliki hanyalah kekuatan 'orang lemah' Bani Israel , Tongkat "bertuah" kekuatan Tuhan, dan keberanian juga nyali.

 

Begitu juga dengan perjuangan ini, dakwah ini punya kekuatan 'orang miskin' , umat ini punya "partai" sebagai tongkat bertuah kekuatan Tuhan dan juga  semangat dan komitmen layaknya keberanian dan nyali Musa as.

 

Momentum semakin dekat sudah waktunya dakwah ini melakukan Gerakan masif menebar opini – opini. Kita masih ingat tagar teriakan “2019 ganti Presiden “ , yang menggetarkan dan menciutkan nyali lawan. Saatnya kita menunjukkan lagi ‘nyali’ kita di jalan, di parlemen, tulisan - tulisan , di mimbar – mimbar bebas atau apalah tempat itu, agar kita bisa mengasah Kembali nyali dan keberanian ini.

 

Mari kita teriakan dengan lantang "hentikan kedzoliman kalian penguasan yang dzolim atau Tuhan kami akan ‘menenggelamkan’ kalian di hutan belantara yang akan kalian jadikan 'berhala' baru sebagai sebuah hegemoni.

Comments

Popular posts from this blog

MEMAHAMI PEMASARAN

  Memahami Manajemen Pemasaran Pemasaran yang baik bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Pemasaran adalah seni sekaligus ilmu.   Apa itu Pemasaran : Inti dari pemasaran / marketing adalah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Atau secara sederhana pemasaran adalah “memenuhi kebutuhan dengan cara yang menguntungkan” ketika IKEA menyadari ada kebutuhan perabot yang murah dan bagus IKEA menciptakan perabot murah. Ini menunjukkan kecerdasan pemasaran dengan mengubah kebutuhan pribadi atau sosial menjadi peluang bisnis.   American Marketing Association (AMA) Pemasaran Adalah : Suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingan. Manajemen pemasaran terjadi setidaknya satu pihak dalam proses pertukaran berpikir tentang...